Humans may be like grains of sand of the universe... here are the small stories hidden in one of those grains, trying to figure out her purpose of existence in the vast, vast universe...
Tampilkan postingan dengan label jinsei posts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jinsei posts. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Mei 2012

The Turning Point and Being Inspired

Quite a few months has passed since I last updated this blog. 2 Things that I want to say over here, is that, as the title has mentioned, I made a turning point with my career. Really, being in a cubicle with lots of unpredictable matters and the scoldings and humiliation from my perfectionist and unthoughtful superior and boss does not suit me at all, h*ll yeah they never do. I'm going back to the days when I was a teacher. I'm leaving this boredom place and challenging myself back to talking in fronr of a lot of people, getting my mind into theirs. Frankly, I'm still getting nervous interacting with people, especially when it comes to talking and explaining in front of a lot of people, even in front of children. I was wondering to myself (I am still wondering though...) if I have any case of autistic and Asperger syndrome. For the ones who do not understand what is Asperger syndrome, ask Uncle Google. He knows everything *wide grin*.

 Turning back might not look as easy as turning the steering wheel of a car. But I think I have to give my best *duuh...* since it's a comeback. Things might be a little embarrassing, but I do not feel any urge to 'run away' like I feel in this 'cubicle company'. I thought that I might've caused some commotions since I started hating working here. In terms of relationships with some people, I've stumbled and injured my heart. I just did not expect for them to behave in such a manner, and I learnt that sometimes, jerks are just jerks, men are just men, and boys in them will always be boys. I do not want to mentioned what they did to me, but, in some manners, they've hurt me deep enough for me to take those memories into my grave... I'm not being grudgeful, but sometimes, pain will always be pain, and time cannot take them away from my heart. I can forgive betrayal, but I cannot give back the love like I used to. No, having such scars made me learnt quite a few things. That this world is ugly yet beautiful... and now I'm stronger. I would like to add something, what does not kill you, not only will make you stronger, but it leaves a h*ll of pain to you to suffer, and a big, ugly scar, mentally or physically.

 Ok, enough talking about myself, I would like to talk about an amazaing girl, who's a 9-year-old primary school student and a food blogger in such a young age! Her blog has 40,000 visitors a day and Jamie Oliver the handsome and famous celebrity chef also visited her blog, and gave her one of his cooking books signed by himself! (talk about jealousy, Martha, I wish I could have one of Jamie's signed book too) Waow... imagine that... her name is Martha Payne, and you can Google her blog as well (I just came back from visiting her blog too :p). She's blogging about the meals she has everyday at her school canteen at lunchtime, and apparently changed the school's menu from unhealthy food into healthy meals good for the children's nutrition needs. Way to go, Martha! She's such an inspiration in a young age, talk about simple things with significant influence ;) Well, if you're curious, you can find her blog at http://neverseconds.blogspot.com.es/ and enjoy! Hope you like what I've wrote. Sense you later again in the next posts! \^o^/

Kamis, 18 Agustus 2011

Life and A Bowl of Soup

baru tadi pagi aku menyadari, banyak perubahan kecil yang datang ke dalam hidupku, walaupun ada yang positif, ataupun yang mungkin membawa pengaruh negatif, ada pula yang tetap sama saja, yang membuatku tetap skeptikal pada makna dan keberadaan sahabat sejati.

baru tadi pagi aku sadar, banyak kebiasaan kecil di rumahku yang dulu yang kini hilang setelah aku menempati rumah baru. bukan, aku tidak mengatakan soal menangisi seseorang yang sudah menginjak-injak perasaan dan juga dedikasiku padanya selama setahun beberapa bulan di dalam hidupku, tapi ini lebih pada kembali tentang keluarga, tentang tradisi kecil yang bisa membangkitkan ingatanku pada masa kecilku, yang kini telah mulai menghilang; dan aku menyadarinya berkat semangkuk sup yang dimasak oleh ibuku.

ceritanya begini, tadi pagi saat menyiapkan sarapan aku melihat Ibu menyiapkan sup untuk pelengkap makanan siang dan malam kami nanti, dan aku berpikir, sudah beberapa lama ya Ibu tidak memasak sampai se-intens ini, semenjak kami baru pindah, juga beberapa saat setelah beliau selesai operasi. karena kondisi beliau yang masih lemah, beliau tidak bisa masak di rumah, dan kami memesan rantangan untuk makanan sehari-hari. karena semangkuk sup itu aku jadi ingat, kalau dulu saat aku masih anak2, aku ogah sekali minum sup, dan harus selalu diingatkan untuk itu. aku bukannya benci pada rasa sup Ibu, rasanya enak sekali, tapi saat itu aku kurang mensyukuri adanya sup itu untukku. sekarang, aku jadi merindukannya kalau sudah lama tidak minum sup masakan ibuku, hehehehehe...

semua ini membuatku berpikir, bagaimana pekerjaanku yang sangat menyibukkan dan melelahkan membuatku menjadi buta pada perubahan yang begitu kecil di dalam hidupku. itu hanya salah satu contohnya, masih banyak hal2 kecil yang hilang semenjak aku pindah ke rumah baru ini, semuanya menjadi semacam flashback yang sangat cepat di dalam otakku hanya dalam sekejap saja, seperti semacam deja vu ataukah sedikit kesenduan yang timbul mengingat semuanya... sebelum pindah kemari, aku berpikir bahwa semuanya pasti akan sama saja setelah pindah ke rumah baru ini. semuanya tentang kami, tradisi, kebiasaan, semuanya. hanya saja aku yang saat itu belum dewasa tidak menyadari, pindah rumah juga sama saja seperti mengganti tatanan rambut, kecil kelihatannya, maknanya seolah mungil, namun, merekalah yang mempunyai kuasa mengubah kehidupanku ke jalan yang berbeda, menjadi seperti sekarang ini adanya.

kejadian-kejadian yang membuatku lebih sabar, membuatku lebih tegar, menempaku menjadi lebih kuat dan membentukku menjadi seseorang yang lebih pengertian, tidak egois, dan sebagainya. mereka mungkin sekecil kerikil, ada pula yang bentuknya mungkin hanya segenggam, namun, karena tersandung oleh mereka, aku jadi tersadar dan mencoba bangkit kembali, dengan kekuatanku sendiri dan juga orang-orang yang mencintaiku...